Perbedaan FIFO, LIFO dan FEFO

Perbedaan FIFO, LIFO dan FEFO


.

FIFO (First In First Out)

Merupakan metode paling efektif dalam mengurangi resiko kualitas barang akibat terlalu lama disimpan. Metode ini agar persediaan barang tidak cepat rusak karena terlalu lama tersimpan dalam gudang. Penerapan ini dinilai sangat relevan dengan aliran fisik stok barang dalm gudang penyimpanan.

Menurut Vandohop (2016). Sistem yang dikembangkan oleh Vandohop sistem mencatat transasksi pembelian ke supplier, sistem mencatat penegluaran barang berdasarkan pada transaksi penjualan, sistem yang dibuat menggunakan metode FIFO.

Menurut Riswan et al (2019) FIFO (First In First Out) merupakan sebuah rancangan sistem yang didasarkan pada pemikiran bahwa persediaan barang yang paling awal, akan dijual lebih dulu.


Kelebihan  FIFO ( First In First Out)

1. Mengurangi risiko kehilangan produk.
2. Meningkatkan efisiensi produksi.
3. Mengurangi keterlambatan pengiriman.
4. Meningkatkan kontrol kualitas.
5. Mengurangi biaya penyimpanan.


Kekurangan FIFO ( First In First Out)

1. Tidak fleksibel untuk perubahan prioritas.
2. Tidak efektif untuk produksi yang kompleks.
3. Memerlukan pengawasan ketat.


Berikut beberapa contoh implementasi metode FIFO (First-In-First-Out) dalam industri manufaktur:


Proses Produksi

1. Pengolahan bahan baku: Bahan baku yang diterima pertama kali akan diproses pertama kali.
2. Produksi barang: Barang yang diproduksi pertama kali akan dikirimkan pertama kali.
3. Pemaketan produk: Produk yang dipaketkan pertama kali akan dikirimkan pertama kali.


Pengelolaan Persediaan

1. Pengeluaran barang dari gudang: Barang yang masuk gudang pertama kali akan dikeluarkan pertama kali.
2. Penggunaan bahan baku: Bahan baku yang diterima pertama kali akan digunakan pertama kali.
3. Pengelolaan stok produk: Produk yang diproduksi pertama kali akan dijual pertama kali.


Pengolahan Pesanan

1. Pengolahan pesanan pelanggan: Pesanan yang diterima pertama kali akan diproses pertama kali.
2. Pengiriman produk: Produk yang dikirimkan pertama kali akan diterima pelanggan pertama kali.
3. Pemenuhan pesanan: Pesanan yang diterima pertama kali akan dipenuhi pertama kali.


Contoh Industri Spesifik

1. Industri tekstil: Benang yang diproduksi pertama kali akan digunakan pertama kali.
2. Industri makanan: Bahan baku yang diterima pertama kali akan diproses pertama kali.
3. Industri otomotif: Komponen yang diproduksi pertama kali akan dipasang pertama kali.
4. Industri elektronik: Komponen yang diterima pertama kali akan dipasang pertama kali.


Dengan menerapkan metode FIFO, industri manufaktur dapat meningkatkan efisiensi, mengurangi risiko, dan meningkatkan kualitas produk.



LIFO (Last In First Out)

Metode pengelolaan persediaan yang memprioritaskan barang yang masuk terakhir untuk dijual atau dikonsumsi terlebih dahulu. Artinya, barang yang paling baru masuk ke gudang atau persediaan akan menjadi yang pertama kali keluar.

Menurut Kusnadi (2012), LIFO adalah metode yang menyatakan bahwa barang yang diterima terakhir akan dikeluarkan terlebih dahulu.

Menurut Rudianto (2009), LIFO adalah metode yang berbeda dengan FIFO, karena LIFO mengutamakan barang yang masuk terakhir untuk dikeluarkan terlebih dahulu.

Berikut kelebihan dan kekurangan metode LIFO (Last In First Out) dalam pengelolaan persediaan:

Kelebihan LIFO (Last In First Out)

1. Mengurangi risiko kekurangan stok.
2. Meningkatkan perputaran barang.
3. Mengurangi biaya penyimpanan.
4. Membantu menghindari kerusakan barang.


Kekurangan LIFO (Last In First Out)

1. Tidak efektif untuk produk dengan tanggal kadaluarsa.
2. Dapat menyebabkan kerugian jika barang yang baru masuk memiliki kualitas lebih rendah.
3. Memerlukan pengawasan ketat untuk menghindari kesalahan.
4. Tidak sesuai untuk produk yang memerlukan pemrosesan khusus.


Berikut beberapa contoh penerapan metode LIFO (Last In First Out) dalam berbagai industri:

Industri Manufaktur

1. Produksi mobil: Mobil yang baru diproduksi langsung dikirim ke dealer.
2. Pabrik elektronik: Produk elektronik terbaru langsung dipasarkan.
3. Industri tekstil: Kain terbaru diproduksi dan langsung dikirim ke konsumen.


Industri Jasa

1. Layanan pengiriman: Paket yang baru diterima langsung dikirim ke tujuan.
2. Jasa laundry: Pakaian yang baru datang langsung dicuci dan dikembalikan.
3. Rumah sakit: Pasien baru langsung mendapatkan perawatan.


Industri Perdagangan

1. Toko pakaian: Barang pakaian baru langsung dijual.
2. Supermarket: Produk makanan terbaru langsung dijual.
3. Toko elektronik: Barang elektronik terbaru langsung dipasarkan.


Industri Logistik

1. Gudang penyimpanan: Barang yang baru masuk langsung dikirim ke tujuan.
2. Pengiriman barang: Barang yang baru diterima langsung dikirim ke tujuan.
3. Layanan kurir: Paket yang baru diterima langsung dikirim ke tujuan.


Contoh Perusahaan

1. Toyota (produksi mobil).
2. Samsung (produksi elektronik).
3. Unilever (produksi makanan dan minuman).
4. DHL (jasa pengiriman).
5. Zalora (toko online).

Dengan menerapkan metode LIFO, industri manufaktur dapat mengoptimalkan pengelolaan persediaan, mengurangi kerugian, dan meningkatkan kualitas produk.

.


FEFO (First Expired, First Out)

Metode ini digunakan untuk mengelola persediaan barang yang memiliki tanggal kadaluarsa, seperti makanan, obat-obatan, dan produk kosmetik. Dalam metode FEFO, barang yang memiliki tanggal kadaluarsa paling dekat akan dijual atau dikonsumsi terlebih dahulu.

Donald J. Bowersox (2013) FEFO sebagai teknik pengelolaan persediaan yang efektif untuk mengurangi risiko kadaluarsa.

David Simchi-Levi (2019) FEFO membantu mengurangi kerugian akibat kadaluarsa dan meningkatkan efisiensi pengelolaan persediaan.

Berikut kelebihan dan kekurangan metode FEFO (First Expired, First Out) dalam pengelolaan persediaan:


Kelebihan FEFO (First Expired, First Out) 

1. Mengurangi kerugian akibat kadaluarsa barang.
2. Meningkatkan kontrol kualitas produk.
3. Mengurangi risiko produk tidak layak konsumsi.
4. Meningkatkan efisiensi pengelolaan persediaan.
5. Mengurangi biaya penyimpanan.
6. Membantu menghindari kekurangan stok.
7. Meningkatkan kepuasan pelanggan.
8. Mengurangi risiko hukum akibat produk kadaluarsa.


Kekurangan FEFO (First Expired, First Out)

1. Memerlukan pengawasan ketat tanggal kadaluarsa.
2. Tidak efektif untuk produk tanpa tanggal kadaluarsa.
3. Memerlukan biaya tambahan untuk pengelolaan.
4. Sulit diterapkan pada produk dengan tanggal kadaluarsa tidak pasti.
5. Memerlukan ruang penyimpanan yang terbatas.
6. Tidak fleksibel untuk perubahan prioritas.
7. Memerlukan pelatihan karyawan untuk mengelola FEFO.
8. Dapat menyebabkan kekurangan stok produk lain.


Berikut beberapa contoh penerapan metode FEFO (First Expired, First Out) dalam industri manufaktur:

Industri Makanan

1. Produksi roti dan kue (tanggal kadaluarsa singkat).
2. Pengemasan makanan ringan (snack).
3. Pembuatan produk susu (yogurt, keju).
4. Produksi minuman kaleng/botol.


Industri Farmasi

1. Produksi obat-obatan dengan tanggal kadaluarsa.
2. Pembuatan vaksin.
3. Pengemasan produk farmasi.
4. Produksi suplemen makanan.


Industri Kosmetik

1. Produksi produk perawatan kulit.
2. Pembuatan kosmetik (lipstik, foundation).
3. Pengemasan produk perawatan rambut.
4. Produksi parfum.


Industri Minuman

1. Produksi minuman ringan (air mineral, jus).
2. Pembuatan bir dan anggur.
3. Pengemasan kopi dan teh.
4. Produksi jus dan sirup.


Contoh Perusahaan

1. Nestle (produksi makanan dan minuman).
2. Unilever (produksi kosmetik dan makanan).
3. Pfizer (produksi obat-obatan).
4. Coca-Cola (produksi minuman ringan).

Dengan menerapkan metode FEFO, industri manufaktur dapat mengoptimalkan pengelolaan persediaan, mengurangi kerugian, dan meningkatkan kualitas produk.

Comments

Popular posts from this blog

Perbedaan MRP dan ERP

Safety Stock, Buffer Stock dan Anticipation Stock? Inilah Perbedaanya